Laman

Jumat, 09 Maret 2012

Tung Tang Tung

semalam, alam mengamuk lagi
kawan...

angit genit yang kita lihat membelai dedalion di musim panas tahun lalu,
kini berubah sangar!
seperti ayah yang terlalu merah
kemudian, bayi kecilnya terisak-isak
kurasa, ini sebuah komplotan!
dan kita dikeroyok. kau tau kan, dikeroyok!

tung tang tung tang
apa yang kau bayangkan ?
rumah-rumah berserakan?
pohon-pohon tumbang?


 rintih membahana, menggigil raga
buncah air dari telaga mata
Allahuakbar!

Aku

pun gelap semakin dekat,
atau aku yang mendekatinya?
argth.
terserah!
yang pasti ia akan menelaku!
dan tak satupun suara kan kudengar.

Aku adalah sepi yang berharap bising menggannguku
aku adalah kelam yang meminta kunang-kunang menghampiri
aku adalah senyap yang tertawa sendiri
aku adalah kumbang yang bernyanyi sendiri
aku adalah debu yang ditinggalkan teman-teman debuku

lalu apa sekarang?
segeralah mati

(280212)

Kamis, 23 Februari 2012

Untuak Inyiak Sati


Pun meleleh air mata mentari.,
meraung langit, di malam sepi.
pandangi wajahmu nan sehalus bayi.

jangkrik seolah tau, kek.
ia tak berani mendelik.
dan sore ini sekuat hati kan kuredam sungai dipelupuk mata.
berharap Ia tak deras jatuh bagai hujan

akhirnya, senyum ku ukir dalam sendu
bersama seutas doa mengiring jalanmu

aku tau, kek.
kau takpernah sedih, kala ia menjemputmu
karna kuyakin, izrail berpakaian surga menemuimu.

(22 februari 2012)

Jumat, 17 Februari 2012

DimalamTahun Baru


Malam yang indah kawan
Kulihat hiasan langit berwarna-warni di atas atap numahku.
Jika kau bertanya mengapa aku disini, dan bukan ditaman atau pasar malam?
Akan kujawab kala teriakan penghujung tahun itu berakhir.

Ditemani coklat panas dari 3 jam yang lalu dan aliran angin yang menembus tulang
Aku rakit kalender yang entah satu atau dua detik itu berlalu, yang ditaruh ibu di pojokan dapur besama bungkusan pizza kosong
Menjadi sebentuk perahu mungil aneka corak, aneka warna, aneka gambar
Untuk esok kulayarkan ia di kali samping rumahku
Berharap sampai diujung Antartika...... tahun berikutnya.

Lalu biarkan burung camar tumpangi perahunya
Jangan kau halau ketika bertemu
Karna ia akan tenggelam seketika.

Padang, Januari 2012

Jumat, 10 Februari 2012

Lia




Kulihat kau terduduk lagi ditepi pusara
meratapi  gundukan basah dibawah kamboja tua..
ada sedih dalam mata mungilmu nan indah
Selalu kuingat Lia, pagi kala ia berjingkat dari tempat tidur
bersama tedy bearnya nan tersenyum nakal
ah.. 

Tenanglah Lia,
mawar ini hendak kuberi padamu, setiap hari
pertanda airmataku tersangkut pula untuknya.
Setelah ia pergi 10 tahun yang lalu, hingga pelangi kulihat lagi di ujung bibirmu 

Kuharap malammu bisa beranjak pagi, Lia.
seperti mentari bersiap turun bersama embun..
tapi, sampai kapan?

Padang, Februari 2012

IKAHIMSI

ketika tawa berubah haluan jadi air mata bersahutan,
disitu mula sebuah persahabatan kurasakan
dimana kepalan tangan bertransformasi jadi pelukan hangat,
disana arti persaudaraan kan kukenang
kita tak berpisah, kawan. . .
hanya berjauhan

pengalaman berharga ini kan kubawa hingga nanti

Itnerupsi, skorsing, lobi-lobi, solusi cantik, dan banyak lagi. ahaa..serunya hidup dalam keberagaman.
 begitu pun IKAHIMSI, berasal dari keberagaman Indonesia. 
mengenal kalian sangat menyenangkan kawan,




 Ikahimsi, 2011