kau tau...
terkadang, ingin kugambari engkau seperti baja hitam..
tapi.. baja hitam mana yang punya mata lebih canggih dari lensa LSR?
kau tau kan, matanya seperti lebah yang mati.
bahkan ingin kulukis pula engkau seperti peri
tapi peri tak ada yang berwajah lucu!
ibu bilang, peri itu cantik. bukan lucu
sesekali, aku jahil samakan engkau dengan TOM
namun, TOM hanya dikerjai JERRY.
sedang kau, teman-temanmu lebih jahil dari JERRY.
sungguh, aku jadi geli saat kubongkar lagi, gudang kenang itu.
ahh.. sahabat mana yang mau temani sahabatnya beli indomie.
kurasa cuma engkau..
lalu pahlawan mana yang sekonyong-sekonyongnya masuk bak mandi dan cemas setengah mati..
hanya kau
Laman
Rabu, 28 November 2012
FISIKA HATIKU
-menuju kematian-
*Sepertinya, Badai Serotonin itu kini menari indah dalam kepalaku.
Membuat fluktuasi emosi berwarna-warni seperti pelangi
Ahh.. Atraktor rindu yang kau lukis melambai bagai angin musim dingin.
Mencipta sinyal-sinyal nonlokalku kian dibawa awan
Hingga semua seperti suara kresek-kresek radio yang kehilangan satelit
Atau garis-garis statis televisi kala bulan ucap selamat malam pada pujangga?.
Hilang
*Kau tau, kau amat mampu memaku otakku untuk 29 frame potret lakumu
29? Yaaa.. sebenarnya 30.
Namun satunya tlah kau buang, karna kau ucap terlalu abu-abu
Padahal hari itu senja bagitu jingga. Bagaimana bisa abu-abu?
*Dan aku jadi seperti Ombak Soliton di tengah laut pasifik
Berselimut Katrina di tengahnya
Hingga pandanganku menjadi kabut
menuju Bifurkasi kepingan-kepingan masalalu kita.
Ini labirin apa? Teriakku
Kemana kau ajak aku berlari, lagi?
*oh. kau tak pernah tau bukan,
Bagaimana hatiku kau buat jadi Fraktal-Fraktal aneh tak beraturan?
Mungkin seperti puzzle lego yang selalu kita mainkan
Celakanya, kini aku tak mampu lagi menyusun Fragmen yang berserak ini
Walau dulu, aku selalu mampu kalahkan engkau
Bermain
Dan nyatanya, benar saja. ini bukan lagi lego keberuntunganku!
Kau menang sayang, untuk kali ini.
*andai, di otakku ada tombol delete,
Mungkin sudah aku tekan saja ia, detik ini.
Biar hilang semua. Biar aku jadi orang gila
Tapi sayang, kepalaku adalah mesin penyimpan waktu
Sungguh, kau seperti Alkaline hingga tak mudah aku lepas padam
Bahkan dalam kematianku
Kematian hidupku, tanpamu
Padang, 28 november 2012 (naf)
Minggu, 18 November 2012
DARI DISKUSI JADI AKSI
Lahirnya Undang-undang Normalisasi Kehidupan Kampus atau Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) pada saat itu untuk membungkam mahasiswa agar tak lagi brplitik dan bersuara protes pada tahun 1978, agaknya tidak membungkam mahasiswa UGM. Walaupun sejak itu, tepatnya setelah aksi mahasiswa memprotes Taman Mini Indonesia Indah, pristiwa Malari, dan aksi mahasiswa Institut Teknologi Bandung menolak kdatangan Rudini sebagai Mentri Dalam Negri pada saat itu tidak ada lagi mahasiswa yang berkiprah dalam memprotes pemerintah. Salah satunya, cara anak-anak UGM adalah dengan memunculkan kelompok-kelompok study mahasiswa. Di dalam teorinya, ini merupaka tahapan gerakan mahasiswa menurut Sartono Kartodirdjo. Tahapan ini adalah yang pertama. Disebut Long Range.
Pada tahap kedua adalah tahap pre condition. Ditandai dengan munculnya kelompok diskusi dan study mahasiswa sebagai alternative aksi karena organisasi mahasiswa saat itu mulai sulit bergrak berperan, sebagai jalan masuknya teori-teori kritis seperti “ teori marxisme” . teori-teori kiri ini mulai digandrungi pemuda-pemuda saat itu karena salah satu penyebabnya, adalah teori-teori seperti itu dilarang di negri ini. Di UGM sendiri klompok-kelompok study ini amat banyak. Diantara yang trkenal adalah, kelopok study Cemara Tujuh, Dasakung, Teknosufi, dan kelompok stdy Palagan. Seperti yang sudah dijelaskan, kelompok-keompok study ini adalah tmpat persemaian teori-teori kiri yang walau dalam perkembangannya, buku-buku kiri ini dibredel namun para mahasiswa ini mampu mndapatkannya dalam bntuk fotocopyan. Bacaan kritis yang paling sering dibaca saat itu adalah seperti, “Tori Ketergantungan” dari Andre Gunder Frank. Maka tak heran, jika tonggak revolusi Indonesia, ada pada study-study mahasiswa.
Jika dilihat lebih teoristis, menurut Rudi Gunawan dan kawan-kawan, study mahasiswa ini adalah salah satu wadah perlawanan yang ada di Indonesia awal tahun 1990an. Stdy mahasiswa ini merupakan model ketiga yang merupakan diajdikan basis mahasiswa selain organisasi komite dan organisasi kerakyatan progresif. Organisasi komite lahir brsifat non permanen. Dalam artian organisasi ini ada karena momentum politik untuk merspon isu-isu tertentu. Kelebihan organisasi ini adalah kcepatannya dalam merespon momentum dan memobilisasi massa. Sedang yang kedua, organisasi mahasiswa progresif kerakyatan namanya, atau lebih dikenal dengan sebutan organisasi organisasi mahasiswa (ormas). Kemunculan ormas-ormas ini lebih disebabkan olh kritik dari kemandulan organ mahasiswa formal yang diakui pemerintah seperti, Himpunan mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonsia (GMKI). Kemunculan Front Aliansi Mahasiswa Indonesia (FAMI), Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera), Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Deemokrasi (SMID), dan organisasi prlawanan extra kampus lainnya menjadi contoh dari kritisasi mahasiswa tahun 1990an, hal ini disebabkan di dalam ormas ini proses ideology terinternalisasi secara sistematis, terpogram, dan dapat dilacak.
Walaupun begitu, dapat kita sepakati bahwa dalam kasus ini aksi-aksi besar yang terjadi berawal dari pembahasan bacaan-bacaan pemikiran-pmikran hebat di dalam diskusi.
Akan tetapi, perlu kiranya kita mengetahui apa yang mnyebabkan mahasiswa di Indonsia saat itu berani bertindak brutal dalam menyampaikan aspirasinya. Karena dapat dipastikan setiap aksi yang terjadi tidak prnah ada tanpa ada satu atau beberapa penyulut apinya. Dalam hal ini, Rudy dan kawan-kawan memberikan 5 deskripsi besar yang bisa dipakai untuk melihat penyulut api rformasi ini . Pertama adalah Pendulum Global Bergerak ke Kanan. Situasi global yang terjadi saat itu, adalah jatuhnya Tirani di Uni Soviet aan menyebabkan kehancuran semangat kemanusiaan. Hal ini digambarkan Noem Chomsky dengan tragis seiring dengan rasa frustasi pada kehancuran Sosialisme-Stalinisme yang menjadikan rzim Partai Komunis Cina menanggapi demonstrasi dengan militer. Seperti yang dikatakan Goenawan Muhammad, “Kekuasaan Komunis mati, tanpa perlu mencekiknya”.
Kedua, Tekanan Dunia Internasional. Kterikatan Orba dengan dunia kapitalisme Internasional ditandai dengan dibentuknya politik kebijakan Generelized System of Preference (GSP). Melalui ini, pemerintah AS akan dengan sangat mudah untuk emngkritik Indonesia. Maka dari itu, Indonesia harus mempertimbangkan politik AS ini jika tak ingin devisa yang besar aka hilang.
Ketiga, Retaknya Pendukung Orba. Hal ini bisa kita lihat dari perpecahan-perpecahan dan fraksionalisasi yang terjadi sehingga pemerintahan Orba menjadi terbelah menjadi ICMI dan lain-lain.
Keempat, adalah merebanknya Aksi massa. Tercatat pada tahun 1985 trjadi 78 pemogokan Buruh, tahun 1986 terjadi 73 Pemogokan, 1987 terjadi 37 pemogokan, 1988 trjadi 38 Pemogokan, 1989 terjadi 17 pemogokan, 1990 trjadi 61 pemogokan, 1991 trjadi 100 pemogokan, 1992 terjadi 251 pemogokan, 1993 terjadi 300 pemogokan, pan puncaknya tahun 1994 terjadi hampir mencapai 1.030 pemogokan di seluruh Indonesia.
Kelima, Hilangnya Tabu Teori “Kiri”. Sesuai dengan yng disampaikan diatas tadi ergrakan mahasiswa di Indonesia yang radikal saat itu dimulai dengan diskusi-diskusi mengenai bacaan kiri juga dipengaruhi oleh gerakan mahasiswa kiri di Filipina dan Korea.
Kembali kepada topic. Di dalam buku Menyulut Lahan Kering Perlawanan, gerakan mahasiswa tahun 1990an Rudy Gunawan dan kawan-kawan mengatakan, “Mahasiswa yang aktif dalam gerakan mahasiswa hanyalah minoritas di dalam kelas sosialnya”. Hal ini sangat menggambarkan bahwasanya gerakan mahasiswa yang terjadi saat itu dimulai dengan kelompok-kelompok minoritas. Karena sebagaian besar kalangan asih menganggap gerakan mahasiswa moral yang menilai mahasiswa tidak memiliki kepentingan dalam politik. Contoh yang bisa diambil yaitu pada tahun 1985 dihari sumpah pemuda, belasan mahasiswa UGM berkumpul meingkar di halaman gedung pusat UGM untuk melakukan orasi, membaca puisi dan lain-lain merupan aksi pertama yang dilakukan mahasiswa UGM stlah dibuatnya kebijakan pembungkam suara mahasiswa tersbut dan kemudian pada tahun 1987 sebuah insiden terjadi di kelas logika. Membuat para mahasiswa membuat biro Pembelaan Hak Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM. Biro ini bertujuan untuk melindungi hak-hak mahasiswa dalam berkuliah, yang kemudian dilanjutkan dengan bermacam-macam aksi besar berikutnya. Salah satu yang harus diingat adalah aksi jalan kaki 70 mahasiswa filsafat menju gedung DPD setelah memperingati hari sumpah pemuda di kampus UGM pada tahun 1987. Ini menjadi demonstari prtama yang dilakukan.
Sebelumnya terjadi aksi yang lebih besar dari yang diatas, dimulailah dengan pembentukan apa yang disebut dengan Pre Ciptian, yang dalam hal ini brbentuk pembuatan propaganda-propaganda dan konsolidasi dari organisasi lokal sampai nasional. Untuk lokal, dimulai oleh Andi Munjat di Yogyakarta yang membentuk SMY (Solidaritas Mahasiswa Yogyakarta) sebagai kiprah pertamanya yang dapat dipastikan bahwa SMY menjadi poros terhadap gerakan progresif kerakyatan di berbagai kota yang menjadi cikal bakal lahirnya Solidaritas Mahasiswa Indonesia Demokrasi. Kemudian pada tahun 1990 mulailah muncul gerakan radikaldi Jakarta melalui konsolidasi majalah Progres seperti FSUI, FBB dan KSH yang membahas aksi-aksi buruh. Di daerah solo, keterlibatan unsure-unsur progresif masuk kedalam intern prs kampus seperti UNS yang kemudian diikuti dengan pembentukan Ikatan Mahasiswa Surakarta (IMS) pada tahun yang sama sebagai ikon aksi-aksi besar di Solo. Di semarang, konsolidasi terjadi akibat rpresi terhadap golongan putih tahun 1992 dan terbitan kampus yang digunakan saat itu adalah Hayam Wuruk yang menjadi perantara dengan kampus lain. Sedang IKIP, PGRI, dan SMS menggunakan pers mahasiswa Vokal. Lalu proses konsolidasi awal di Surabaya dilakukan di kampus Unnair dengan pembentukan Solidaritas Mahasiswa Surabaya (SMSB). Pada tahun 1993, KMB dibentuk sebagai kelompok study mentari. Kelompok ini kemudian membentuk Komite Mahasiswa Uiversitas Airlangga (KMUA) sebagai bentuk transformasi kelompok intelektual ke radikalisme. Sampai akhirnya, pertemuan nasional pertama dilakukan sebagai bentuk pengumpulan organisasi lokal pada bulan Nopember 1992 di Cisarua, Bogor. Di dalam pertemuan dibentuknya presidium Solidaritas Mahasiswa untuk Dmokrasi Indonesia (SMDI) dengan konsolidasi pentingnya adalah menolak penggusuran tanah petani di Jawa Timur. Kemudian pada prtemuan selanjutnya ditetapkan prubahan nama dari SMDI jadi SMID. Dengan propaganda-propaganda penghancuran Sektarianisme.di dalam hal ini pran pers mahasiswa digunakan untuk konsolidasi dan propaganda.
Klimaks dari tahapan ini adalah yang disebut dengan Event, yang dalam hal ini ditandai dengan apa yang disebut Reformasi terjadi gerakan mahasiswa pada mei 1998 dari Yogyakarta dengan isu :
1.Turunkan Suharto
2.Cabut Lima Paket UU Politik dan Dwifungsi ABRI
Hingga akibat yang terjadi adalah munculnya zaman reformasi di Indoneisa.
Sumber : Gunawan, FX Rudy. Dkk,2009.MENYULUT LAHAN KERING PERLAWANAN : Gerakan Mahasiswa 1990an, Tribute To Andi Munajat. Jakarta : Penerbit Spasi dan HVR Book
Kamis, 01 November 2012
AKU INGIN
aku Ingin
Sedikit saja
dan ku tau kau amat penuh.
Bahkan ketika bulan setengah waktu itu.
sampai ku simpan perammu yang membatu di pertigaan itu.
Aku ingin
saat membayangmu berkelakar hingga ujung subuh,
menggigil, seluruh
sampai mataku teteskan embun tulus untukmu
seprti saat Qur'an kita telanjangi dibawah purnama penuh
Aku ingin
luruh sampai lumpuh
Saat dengar indah aksaramu
pukul 10 itu
Aku ingin
Tapi aku tak mampu.
1 Nopember 2012
Sedikit saja
dan ku tau kau amat penuh.
Bahkan ketika bulan setengah waktu itu.
sampai ku simpan perammu yang membatu di pertigaan itu.
Aku ingin
saat membayangmu berkelakar hingga ujung subuh,
menggigil, seluruh
sampai mataku teteskan embun tulus untukmu
seprti saat Qur'an kita telanjangi dibawah purnama penuh
Aku ingin
luruh sampai lumpuh
Saat dengar indah aksaramu
pukul 10 itu
Aku ingin
Tapi aku tak mampu.
1 Nopember 2012
Langganan:
Postingan (Atom)