Sebuah surat kulayarkan padamu
Berharap sampai di tanganmu
yang kian layu
Kubuat berbentuk kapal
pesiar, agar kau mampu menbaca hari
Tengah badai besar disini.
Kau tau, aku terlalu tua untuk mendayung sampan
Aku terlalu lemah untuk berteriak, “putar haluan”
Entah knapa,mungkin karna kau telah tenggelam dalam fikiran.
Dan laut ternyata terlalu lebar dari selembar peta
Terlalu besar dari bentangan atlas dunia
Terlalu panjang dari yang kita bayangkan dahulu
Dan ya. terlalu banyak bajak laut disini.
Hingga aku tak yakin, harus prcaya pada siapa.
Aku hanya mampu membuatnya dari kertas yang trpaksa aku
ambil dari tong sampah
Bekas bungkusan lado kitiang
agar kau tau betapa miskinnya kita hari ini.
Betapa laparnya anak kita setiap hari
Betapa tangis
cucu-cucumu membangukanku setiap malam
Betapa aku trlalu bingung dengan smua,
dengan tangis, dengan
jerit, dengan hempasan, dengan laut, dan
dengan kau!
Aku rasa badai ini semakin gila
Tapi aku tak tau kemana kan jelang senja
Mata angin brputar sekenanya, tak jelas lagi arahnya.
Padang, Juni 2012