Tiba-tiba kau berteriak di
pertengahan juni
Dalam sunyi malam yang kian buram.
Hari keberapa ini?adakah kau mengukur perjalanan detik?
kau tau,, kita seperti daun yang menunggu gugur.
lalu apa guna hujan?
jika rautmu kemarau sepanjang tahun, ucapmu
Lalu apa?
biarkan saja pelangi melele ke cangkirmu.
hei. menit kian tenggelam sayang.
kemana harus kulihat matahari terbit kini?
mungkinkah sudah bergeser ke utara?
lalu bagaimana?
tak ada yang peduli dengan detak bumi.
siapkan saja mantelmu,
bulan hujan segera datang.
Padang, Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar