Laman

Rabu, 17 Agustus 2011

cerita bangsaku


Seutas tali tergantung menjulang di langit pertiwi
Walau langit begitu malas membelai mentari
Merah putih kembali menari pagi ini
Suara sumbang terdengar dari kolong jembatan

Diujung jalan gelap
Wajahnya juga menari dalam diam
Pakaian seadanya menemani lagu kebangsaan
Di dunia yang tak pernah kau abaikan

haruskah tangis jalanan ini kubuat cerita
agar seringai serigala terus membara
hingga Jalan berlubang tepaksa ku jadikan alas
Karna Semua buku telah habis kau jual pada tetangga



inikah merdeka?


inikah merdeka?
ketika kelaparan harus menunggu subsidi hingga mati

inikah merdeka?
ketika suara kami kau hargai dengan seratus rupiah

inikah merdeka?
jika hanya untuk mereka yang lebih tinggi

inikah merdeka?
jika hasil bumi kembali dinikmati orang lain

inikah merdeka?
jika pendidikan masih tergantung indah pada langit-langit birokrasi

inikah merdeka?
jika semua bungkam pada satu slogan

inikah merdeka?
mari bertanya pada bulan, bintang, dan hujan.

17 08 2011

Minggu, 07 Agustus 2011

bagaimana harus


Bagaimana bisa aku harus mengikutimu?
sedang arahmu saja tak jelas begitu
kau berjalan terhuyung-huyung
dan sebentar lagi mati
suatu kali kulihat kau terduduk di ujung jalan
Dengan sebilah pisau yang kau kepal tertahan
Aku bergerak mendekatimu, tapi tiba-tiba kau angkat pisau itu seperti pemburu
Lalu bagaimana aku harus mengikutimu?

Sekarang bagaimana aku harus simpati padamu?
Kau saja tak peduli pada dirimu
Lain waktu kulihat kau menangis dipersimpangan jalan
Aku kembali mendekatimu, kau meratapi badanmu yang berselimut tulang
Sedang ladang lapang terhampar disampingmu
Lalu bagaimana aku harus simpati padamu?

bagaimana esok aku harus percaya padamu?
Hari ini saja, kau tak percaya pada dirimu sendiri
kau berjalan mengikuti yang lain
Orang kekiri kau kekiri
Orang kekanan kau ikut kekanan
Kau sendiri tak tau bagaimana rasanya jadi diri sendiri
Jadi, bagaimana aku harus percaya padamu?

Dan bagaimana aku harus bermimpi tentang mu?
kau saja tak mau mengenalku
Kau sibuk dengan dunia apatismu
Hingga ia meninggalkanmu dilorong gelap
mungkin tak ada mimpi tentangmu

bagaimana aku seharusnya bisa menghargaimu?
jika harga diri kau tawar dengan recehan dolar


rumah
-6.07.2011-

Senin, 01 Agustus 2011

cerita hati

bercerita hati tentang hidupnya
tentang rasa hambar yang kau kubur sedalam samudra
dia ada disana
tersimpan rapi seperti rahasia
menyeruak semerbak
ketika ia memulai lagi dunia
dan bercerita tentang dirinya

27 juli 2011

Kamis, 21 Juli 2011

ida

Ida datang, bagai patung ogoh-ogoh dari Bali.
memprmainkanku dengan topeng setannya.
tertawa lepas ketika aku mulai menitikkan air mata.
berhenti sejenak, lalu mendekat
"hei.. aku hanya bercanda.."

lain waktu kulihat ida terisak-isak
topengnya hilang!
hatiku tertawa.
sungguh seperti ingin kupeluk dunia
tapi, ida. .
ia hanya gadis kecil di persimpangan jalan...

18 juni 2011

Selasa, 19 Juli 2011

kenali Indonesia lewat Uang Kertas

Uang kertas di Indonesia, saat ini hanya dijadikan sebagai alat tukar. Sangat jarang manusia Indonesia memperhatikan gambar yang terpampang disana. kecuali jika memeriksa keaslian uang itu sendiri. bahkan uang itu digulung dan dibuat remuk ketika ingin ditukar dengan barang belanjaan atau sekadar ongkos angkot. tak jarang ada tangan gatal yang mencoret-coret.

Tanpa disadari, uang kertas memiliki pengajaran sejarah tersendiri. gambar-gambar pahlawan maupun keadaan alam yang dipampang dalam uang kertas sebenarnya sangat mampu untuk mengingatkan kita pada Indonesia. betapa kayanya negri kita. sebagai contoh, pada uang kertas Rp. 100.000,00 baru, terpampang foto bung Karno dan pak Hatta beserta text proklamasinya mengingatkan kita bagaimana susahnya  kemerdekaan yang diperjuangkan hingga akhirnya naskah proklmasi itu dibuat. atau uang Rp. 1000,00 produksi tahun 1992 yang bergambar danau toba didepan dan bato lompat Nias dibelakang, yang mengingatkan kita bahwa Indonesia mempunyai Danau Toba sebagai kekayaan alam, dan tradisi di Nias sebagai kekeayaan alam serta masih banyak lagi. ihal ini seharusnya bisa dijadikan bahan belajar. apalagi dengan keadaan dunia cyber seperti ini, informasi akan dengan mudah didapatkan. data dari uang kertas dapat dijadikan clue untuk mengenali sedikit kekayaan Indonesia.

tapi, nilai uang akan semakin tinggi ketika uang itu sudah tidak berlaku lagii, ketika uang itu sendiri sudah ditarik dari peredaran. penghargaan mulai muncul, padahal sebelumnya uang itu disia-siakan. jika sudah begini hanya orang-orang yang berekonomi diatas rata-rata yang akan menikmati hasil karya BI sebelumnya. karena  tentu harga uang-uang itu akan sangat mahal.

kini, belajar sejarah seharusnya tak menjadi momok yang menakutkan lagi. karena melalui uang kertas saja, kita bisa mendapatkan informasi yang berharga. Museum Bank Indonesia sepertinya dapat membantu kita, untuk mengejar ilmu yang lama ditinggalkan.





Sabtu, 16 Juli 2011

pukul 3 lebih sedikit

pukul 3 lebih sedikit,
siluet sirenta berjalan tanpa alas kaki
tangannya bergetar tak lagi kuat
mencoba menimba embun yang enggan turun

pukul 3 lebih sedikit,
sepasang mata masi menyalang
masih mencoba berlari
mengejar asa yang tak lagi utuh

pukul 3 lebih sedikit,
sibanci tetap sabar menunggu
berjejer seperti sarden
di bundaran HI 
di depan tugu monas

pukul 3 lebih sedikit,
aroma amis dan busuk menyatu dengan pakaian lusuhnya
diarunginya lautan sampah bersama kantong bolong
dan berharap subuh memberi rupiah

pukul 3 lebih sedikit,
ketika selimut ditarik kembali
ketika bintang bersiap tidur lagi
ketika bulan bersiap tukar shift dengan mentari
lapak sederhana dari desa mulai dibuka

pukul 3 lebih sedikit,
sedih dan senang menyatu bersama gelap.

ukkes, 16 july 2011 




anak kemarin sore

kulihat lagi.
anak kemarin sore yang kau pasung seperti monyet di tepi lembah anai
kainnya lusuh, bertelanjang kaki menahan bara aspal
persis orang gila di depan stasiun gambir

hei.
kenapa tidak kau saja
toh itu juga untuk mengisi kantog tengahmu

cukup!
jangan lagi..

RIau, 16 mei 2011

teman baru

kau tau tidak?
aku menemukan seseorang
ia kupanggil sepi
dan ia telah menjadi temanku
kami bagai puntung rokok dan asapnya

tapiii..
samua takkan berarti tanpamu
karna bila bukan tanpamu, asap itu takkan muncul
dan puntung rokok ini,
ia akan tetap berada diemperan kaki lima.

ISI Padang Panjang, 03 Juni 2011