pukul 3 lebih sedikit,
siluet sirenta berjalan tanpa alas kaki
tangannya bergetar tak lagi kuat
mencoba menimba embun yang enggan turun
pukul 3 lebih sedikit,
sepasang mata masi menyalang
masih mencoba berlari
mengejar asa yang tak lagi utuh
pukul 3 lebih sedikit,
sibanci tetap sabar menunggu
berjejer seperti sarden
di bundaran HI
di depan tugu monas
pukul 3 lebih sedikit,
aroma amis dan busuk menyatu dengan pakaian lusuhnya
diarunginya lautan sampah bersama kantong bolong
dan berharap subuh memberi rupiah
pukul 3 lebih sedikit,
ketika selimut ditarik kembali
ketika bintang bersiap tidur lagi
ketika bulan bersiap tukar shift dengan mentari
lapak sederhana dari desa mulai dibuka
pukul 3 lebih sedikit,
sedih dan senang menyatu bersama gelap.
ukkes, 16 july 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar