kini, tak adakah lilin yang bisa kau bagi?
Bahkan untuk sekedar terangi wajanmu agar tak tumpah kutuangi pelangi.
Apalagi tuk setapak ini.
Dulu, kau selalu bermimpi jadi mentari
Tapi mengapa kini kita hanya bermain di tepian kali?
Lalu bagaimana cara panjati langit tinggi?
Jika kita hanya berkunang-kunang dalam gelapnya mimpi.
Akh...
Kau tentu tau,
Badai tak kan kekal bersemi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar