Laman

Minggu, 07 Agustus 2011

bagaimana harus


Bagaimana bisa aku harus mengikutimu?
sedang arahmu saja tak jelas begitu
kau berjalan terhuyung-huyung
dan sebentar lagi mati
suatu kali kulihat kau terduduk di ujung jalan
Dengan sebilah pisau yang kau kepal tertahan
Aku bergerak mendekatimu, tapi tiba-tiba kau angkat pisau itu seperti pemburu
Lalu bagaimana aku harus mengikutimu?

Sekarang bagaimana aku harus simpati padamu?
Kau saja tak peduli pada dirimu
Lain waktu kulihat kau menangis dipersimpangan jalan
Aku kembali mendekatimu, kau meratapi badanmu yang berselimut tulang
Sedang ladang lapang terhampar disampingmu
Lalu bagaimana aku harus simpati padamu?

bagaimana esok aku harus percaya padamu?
Hari ini saja, kau tak percaya pada dirimu sendiri
kau berjalan mengikuti yang lain
Orang kekiri kau kekiri
Orang kekanan kau ikut kekanan
Kau sendiri tak tau bagaimana rasanya jadi diri sendiri
Jadi, bagaimana aku harus percaya padamu?

Dan bagaimana aku harus bermimpi tentang mu?
kau saja tak mau mengenalku
Kau sibuk dengan dunia apatismu
Hingga ia meninggalkanmu dilorong gelap
mungkin tak ada mimpi tentangmu

bagaimana aku seharusnya bisa menghargaimu?
jika harga diri kau tawar dengan recehan dolar


rumah
-6.07.2011-

Tidak ada komentar: