Sajak Untuk Ibu
Bu, aku ingin berlari menjemput waktu..
Agar mampu kurangakai sajak indah terbungkus kertas kado bergambar mentari untuk kutitipkan pada Tuhan, bu.
Akupun berharap mampu naiki elang, bu.
Agar airmataku bisa bercerita tentangmu diatas langit biru.
Karna aku rindu bu, kala kau dendangkan lagu hujan,
ketika awan hitam bergaya nenek sihir bersama sapu lidinya yang bersemayam kilat tak dinganya.
Karena aku rindu, kala malam begitu indah untuk kita lewati,
hingga aku terlelap disamping bulan bintang dalam buku ceritamu
Kau tau, begitu ingin kutangkap masa lalu, bu.
dan kubawa pulang untukku perlihatkan pada semua orang yang lewat.
Dan hari ini, bu.
Ketika kebaya darimu lusuh kupakai,
Ketika album usang kubuka lagi disamping pusaramu,
Ketika cucu-ccumu bertanya, “nenek dulu seperti apa bu??”
Kukirimkan sajak paling indah untukmu
Padang, Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar