Pun meleleh air mata mentari.,
meraung langit, di malam sepi.
pandangi wajahmu nan sehalus bayi.
jangkrik seolah tau, kek.
ia tak berani mendelik.
dan sore ini sekuat hati kan kuredam sungai dipelupuk mata.
berharap Ia tak deras jatuh bagai hujan
akhirnya, senyum ku ukir dalam sendu
bersama seutas doa mengiring jalanmu
aku tau, kek.
kau takpernah sedih, kala ia menjemputmu
karna kuyakin, izrail berpakaian surga menemuimu.
(22 februari 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar