Kulihat kau terduduk lagi ditepi
pusara
meratapi gundukan basah dibawah kamboja tua..
ada sedih dalam mata mungilmu nan indah
meratapi gundukan basah dibawah kamboja tua..
ada sedih dalam mata mungilmu nan indah
Selalu kuingat Lia, pagi kala ia
berjingkat dari tempat tidur
bersama tedy bearnya nan tersenyum nakal
ah..
bersama tedy bearnya nan tersenyum nakal
ah..
Tenanglah Lia,
mawar ini hendak kuberi padamu, setiap hari
pertanda airmataku tersangkut pula untuknya.
Setelah ia pergi 10 tahun yang lalu, hingga pelangi kulihat lagi di ujung bibirmu
mawar ini hendak kuberi padamu, setiap hari
pertanda airmataku tersangkut pula untuknya.
Setelah ia pergi 10 tahun yang lalu, hingga pelangi kulihat lagi di ujung bibirmu
Kuharap malammu bisa beranjak pagi,
Lia.
seperti mentari bersiap turun bersama embun..
seperti mentari bersiap turun bersama embun..
tapi, sampai kapan?
Padang, Februari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar