Laman

Jumat, 10 Februari 2012

Lia




Kulihat kau terduduk lagi ditepi pusara
meratapi  gundukan basah dibawah kamboja tua..
ada sedih dalam mata mungilmu nan indah
Selalu kuingat Lia, pagi kala ia berjingkat dari tempat tidur
bersama tedy bearnya nan tersenyum nakal
ah.. 

Tenanglah Lia,
mawar ini hendak kuberi padamu, setiap hari
pertanda airmataku tersangkut pula untuknya.
Setelah ia pergi 10 tahun yang lalu, hingga pelangi kulihat lagi di ujung bibirmu 

Kuharap malammu bisa beranjak pagi, Lia.
seperti mentari bersiap turun bersama embun..
tapi, sampai kapan?

Padang, Februari 2012

Tidak ada komentar: