Laman
Jumat, 17 Februari 2012
DimalamTahun Baru
Malam yang indah kawan
Kulihat hiasan langit berwarna-warni di atas atap numahku.
Jika kau bertanya mengapa aku disini, dan bukan ditaman atau pasar malam?
Akan kujawab kala teriakan penghujung tahun itu berakhir.
Ditemani coklat panas dari 3 jam yang lalu dan aliran angin yang menembus tulang
Aku rakit kalender yang entah satu atau dua detik itu berlalu, yang ditaruh ibu di pojokan dapur besama bungkusan pizza kosong
Menjadi sebentuk perahu mungil aneka corak, aneka warna, aneka gambar
Untuk esok kulayarkan ia di kali samping rumahku
Berharap sampai diujung Antartika...... tahun berikutnya.
Lalu biarkan burung camar tumpangi perahunya
Jangan kau halau ketika bertemu
Karna ia akan tenggelam seketika.
Padang, Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar