Laman

Senin, 15 April 2013

Dan

dan mentari ini terbit kembali
apa kau tak melihatnya?
tidakkah kau rasa cahayanya,
tengah rabai tubuhmu yang gigil kedinginan

ia tengah tersenyum manja,
bersiap halau hujan yang terlalu deras hingga tak sempat kau seka.
dan mungkin akan segera badai disana
didalam matamu yang kian tua.

hei, tidakkah kau sadari cecapannya.
bahkan saat dicumbuinya dedaunanmu yang layu, amat mesra?
hingga lagi, kau punya nyawa.

hayolah,
kau tentu tak ingin ia redup lagi!

Senin, 08 April 2013

Negeri Para Nelayan

ini negeri para nelayan
tempat cadik parkir tanpa pungutan
bahkan,
ribuan senyum menghampar disemua pelosok negri.
seperti ikan yang kau jemur layaknya turis pulau bali.

tapi,
aku tak temukan ikan apapun disini
sedang sudah ribuan hari aku mendayung bidukku hingga aku mati
arungi airmata negri ini
hanya sepatu usang dan berton-ton besi, keluhmu lagi

hei...
ini negeri para nelayan, bung!
ketika kau bersiap melaut lagi
kau harus pandai kerdipi bulan dan mentari
agar kau bisa dapati ikan dan pelangi
hanya untukmu sendiri.

padang, April 2013

Rabu, 27 Maret 2013

SAJAK A

Kini, kau tau?
Gemamu tak lagi kurasa.
Walau entah berapa kali kau coba berteriak di tebing duka.
Tapi seperti ditelan suka,
kau kehilangan suara.

Pula,
kulihat pelangimu kehilangan warna.
Bukankah sudah kita beli cat berjuta-juta?
Tapi mengapa?
Abu-abu saja .
Yang kau gambari di kanvasmu yang kian tua
Tidakkah kau lihat merah, kuning bahkan hijau disana?
Mereka berharap untuk kau raba.

Dan kini pula,
kulihat mendung kian mendekati kau, pak tua.
Bersiap turuni hujani tawa, yang entah dari siapa?
Kau yang kini menunduk saja,
cobalah mendongak sejenak.
Masih ada mentari di sana.

Hei..
Mengapa kau sembunyi dibalik senja?
Mengapa diam saja?
Ayolah,
aku membawakanmu pagi ceria.
Mengajakmu memulai lagi, semua.


Padang, 27 maret 2013

Kamis, 14 Maret 2013

Ingin Mati

aku pernah bermimpi.
tenggelam di laut mati
agar tak ada yang tau aku pergi
mengambang sendiri sampai digigiti pari.

aku pernah bermimpi.
mati di dalam tidurku yang sepi
agar tak sempat kulihat kau termagu sendu,
saat malaikat maut datang memanggul palu.

tapi aku ingin mati disampingmu,
agar kau selalu ingat, aku yang selalu bernafas untukmu.

Padang, 13 Mei 2013

Rabu, 30 Januari 2013

sampai bertemu


:iyon

adalah sungai tempat labuh perahuku
yang menuntun mengeja detik sebelumku direnggut laut abu-abu
sampai bertemu, teriakmu
lalu riakmu kian laju, antar aku

hei, ketemu dimana?
sedang kau hanya tersenyum beku.
dan belum sampai aksaraku,
riakmu sudah berubah ombak berderu..

sampai bertemu, senduku ...

Selasa, 15 Januari 2013

KECEWA

kini, tak adakah lilin yang bisa kau bagi?
Bahkan untuk sekedar terangi wajanmu agar tak tumpah kutuangi pelangi.
Apalagi tuk setapak ini.

Dulu, kau selalu bermimpi jadi mentari
Tapi mengapa kini kita hanya bermain di tepian kali?
Lalu bagaimana cara panjati langit tinggi?
Jika kita hanya berkunang-kunang dalam gelapnya mimpi.

Akh...
Kau tentu tau,
Badai tak kan kekal bersemi.

Kamis, 03 Januari 2013

DI MALAM TAHU BARU II

Hei langit,
Apa kabar malammu?
Apa kabar kejoramu?
Apa kabar bulamu?
Kau tahu, aku ingin bercerita.
Turunlah sebentar, duduk disini bersamaku.
Menyeduh waktu.

Sungguh, rupanya aku tak tertarik lagi dengan sorak sorai terompet ini.
Bahkan, pada warna-warni wajahmu nanti.

Entah mengapa, aku ingin memelukmu saja.
Agar tak jadi abu,
Seperti kembang api itu.
Berteriak lalu hilang ditelan sendu.
Menjadi dungu.

AKu, Tak ingin pergi.
Tak ingin beli peti
Untuk simpan engkau jadi masalalu.
Sungguh,
tetaplah disini.
Bersamaku mengejar mimpi

Padang, Januari 2013