Laman

Rabu, 27 Maret 2013

SAJAK A

Kini, kau tau?
Gemamu tak lagi kurasa.
Walau entah berapa kali kau coba berteriak di tebing duka.
Tapi seperti ditelan suka,
kau kehilangan suara.

Pula,
kulihat pelangimu kehilangan warna.
Bukankah sudah kita beli cat berjuta-juta?
Tapi mengapa?
Abu-abu saja .
Yang kau gambari di kanvasmu yang kian tua
Tidakkah kau lihat merah, kuning bahkan hijau disana?
Mereka berharap untuk kau raba.

Dan kini pula,
kulihat mendung kian mendekati kau, pak tua.
Bersiap turuni hujani tawa, yang entah dari siapa?
Kau yang kini menunduk saja,
cobalah mendongak sejenak.
Masih ada mentari di sana.

Hei..
Mengapa kau sembunyi dibalik senja?
Mengapa diam saja?
Ayolah,
aku membawakanmu pagi ceria.
Mengajakmu memulai lagi, semua.


Padang, 27 maret 2013

Tidak ada komentar: