Kau
ingat perahu kertas yang kita buat dulu?
Dari
kertas buku bergaris milik ibu …
“Sttt..
jangan sampai ktauan, ia akan berubah merah!” ucapmu meniru gelagat ibu saat
marah.
Kau
ingat?
Ya.,,
aku selalu menyimpan rahasia itu pada sungai yang kita tumpangi.
Kini
ia terapung di sungai Barito. Nduk
Tak
sengaja kulihat di telivisi pagi ini. ia membesar seperti hutang negri ini
Diatasnya
ada sayuran busuk, dengan ibuk-ibuk bertudung bambu
“Hei,
itu ibu!!,” Teriakku
kebayanya
berwarna merah, dan sedikit sobek dibagian samping.
roknya
bergambar batik yang kian pudar..
Dan
tudungnya, mungkinkah kau membuat tudung dalam persembunyian dulu?
haha..
kau terlalu.
hei.
Kudengar mereka berlayar dari bulan juni
Mencari
sayur ke ujung negri
Apa
ini,
Tidakkah
nyiur kita melambai indah?
Hmm…
Nduk, Apa yang kau fikirkan ktika perahu kita mulai tapaki bibir pantai?
Padang, 18 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar