Laman
Minggu, 28 April 2013
Rindu Upacara
Hari ini, akan kudengar lagi dendang itu.
tentu,tak ketinggalan iring-iringan kaki bocah yang bergemuruh seru.
berlari walau sepatu tak utuh.
“Ayo, cepat! Nanti kita terlambat”, ucapnya, seorang dengan tas plastic merah jambu
“Akh.. gerbangnya udah ditutup,” lapor siplastik biru.
pagi yang kurindu…
Hei, bagaimana wajahmu hari ini?
aku ingin megantarmu ketempat tinggi itu lagi.
sungguh.
melawan mentari adalah inginku
untukmu, tentu
beriring lagu dan tatapan beribu disekolah dua puluh satu.
Kau tau,
rasanya lagi amat ingin berdiri tegap dihadapamu
memberi hormat walau terkadang harus beradu mata dengan surya
menatapmu saja seperti mengangkat runcingnya bambu
ohh. Sungguh indah memelukmu, dulu.
lalu menatapmu berkibar sambil kusenandungkan merdeka.
Tapi, mengapa Lantangnya kini kudenggar jauh?
mendayu tak lagi seru.
seperti lagu melayu.
bersama embun yang menangisi deadaunan layu
juga pipit yang mencicit tak lagi merdu
apa kau lelah berkibar untukku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar