dan kini, aku tak mau lagi menatap senyum mentari
bahkan sedari embun yang cumbui dedaunan pagi
merayap seperti pasar pagi.
hari itu, ia berjalan beriring hingga petang hari
bertudung dan bersarung salendang penikmat kaki
ia, bernama bulan
penyeduh malamku berwarna kelabu
jadi teh hangat atau capuccinno cream khas ibu
hingga pagi dtang menyapa,
ia telah bergeriliya mencari sayuran utuh.
taoi hari itu ia tak mampu lagi masukkan gula dalam cangkirku.
bahkan untuk pindah dari dipan ungu
kaku.
dan kini, matahari itu tlah redup dimataku
bahkan semenjak ibu kaku
dan ia ikut kaku.
membantu disudut rumah yang berseliweran babu.
13 April 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar