Kau tau? Tertawa bersama mu cukup membuatku gugup setengah hidup.
Stengah hidup?
Ya.. karena selama ini aku mati.
Hatiku mogok merasa, hingga ia hampir tuna cinta.
Jantungku koma, mungkin sebentar lagi alpa.
Lalu airmataku lelah mengalir, sepertinya ia ingin resign jadi tumbal lelaki.
Entah mengapa kau datang membawa pelangi.
Hingga aku jadi berwarna-warni.
Kadang merah, tak jarang jadi ungu
Mungkinkah kau adalah jawaban dari doa-doaku?
Atau hanya sebagai lalat yang numpang lewat.
Aku tak tau. Apa kau tau?
Yang jelas aku menikmati setiap jengkal langkah kita.
Berbincang denganmu memang membuatku mengawan
Tapi aku takut untuk jatuh terlalu tinggi dan rasai sakit yang lebih gila dari cinta ini.
Akh.. cinta.
Aku tak yakin akan rasa ini.
Kau bagaimana? Apa juga cintai manusia ini.
Aku kira kita sama.
Ah? Benarkah??
Ada saat dimana kau amat cemas akanku,
Dan tanpa sebab kau buat aku terpingkal karenanya.
Ouh.. bukan terpingkal, sayang.
Aku melompat girang, lalu berguling-guling pada taman bunga yang kulukis dalam bayang-bayang.
Tapi lagi-lagi aku takut melompat lebih tinggi. Karena aku takut lebih sakit lagi.
Atau saat kau amat perhatian.
Aku benar-benar melangit. Terbang bersama merpati.
Tapi aku tak punya sayap yang indah, sayang.
Akh… mimpiku terlalu imaji.
Atau kau sengaja membuatku ber-ingin.
Hmm…
Mungkinkah kau akan jadi manusia kesekian yang tertawa dalam tangisku yang sendu.
Mungkin? Tidak?
Tenang, cinta. Aku tak akan terlalu tinggi melangit
Tak akan terlalu indah bermimpi
Karena aku tak akan jauh berharap.
Tentu, karena kita main-main.
Ah apakah kita benar main-main?
2 komentar:
Nyaman terbaca bahasa Nona.
Posting Komentar